Penjabat Presiden Venezuela Akui Ancaman Pembunuhan Jika Tidak Layani Kepentingan AS dan Pengusiran Negara Musuh AS
PARAMETERMEDIA.COM – Pasca penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS pada 3 Januari lalu dengan tuduhan telah melakukan narko-terorisme, kali ini penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengakui bahwa pihak berwenang AS mengancam akan membunuhnya jika tidak mau mematuhi perintah Washington.
Delcy Rodriguez yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden menambahkan bahwa ancaman itu juga ditujukan kepada seluruh pejabat tinggi Venezuela lainnya.
“Kami tidak mengantisipasi bahwa mereka akan melewati garis merah dan berdarah ini dan menyerang ibu kota … Ancaman mulai berdatangan sejak menit pertama penculikan presiden. Kami diberi waktu 15 menit untuk menanggapi. Jika tidak, mereka juga akan membunuh kami,” kata Rodriguez, dalam sebuah rekaman yang beredar.
Venezuela Acting Pres. Delcy Rodríguez: "The threats started from the very first minute. They gave us 15 minutes to respond or they'd kill us… But you must know, just as the enemy has a very clear strategy, we also have a strategy." pic.twitter.com/YYdwWk2mlN
— COMBATE |🇵🇷 (@upholdreality) January 24, 2026
Dia menambahkan pihaknya memiliki informasi tentang kemungkinan ancaman pembunuhan presiden Maduro. “Dalam kondisi seperti itu, kami dipaksa untuk bekerja sama,” katanya.
“Kami terpaksa, karena ancaman dan pemerasan terus berlanjut,” Jelasnya.
“‘Perdagangan narkoba, demokrasi, hak asasi manusia itu adalah kebohongan. Tujuan utama mereka sebenarnya adalah minyak,” katanya dalam pernyataan yang lain.
Venezuela's Delcy Rodríguez: "All the lies about 'drug trafficking', 'democracy', 'human rights'. They were the excuses. It was always about the oil." pic.twitter.com/800sdOy6lu
— COMBATE |🇵🇷 (@upholdreality) January 8, 2026
Bloomberg melaporkan bahwa Delcy Rodriguez harus melayani kepentingan Donald Trump dan perusahaan minyak AS, karena sebagai mantan menteri perminyakan ia dianggap paling cocok untuk menerapkan rencana AS.
Sementara itu menurut POLITICO, penculikan Maduro ditujukan untuk mengekang perdagangan narkoba dan menghentikan penjualan minyak ke negara-negara yang tidak bersahabat dengan AS.
AS menuntut agar pemimpin sementara Venezuela, harus mengambil sejumlah langkah yang bertujuan untuk memperkuat hubungan dengan AS.
Pengganti Maduro ini juga harus bisa melakukan langkah untuk mengusir perwakilan negara-negara yang memusuhi AS seperti Kuba, Iran dan negara-negara lainnya.
Artikel itu juga menyebutkan Delcy Rodriguez juga harus mengundurkan diri setelah melakukan hal yang diinginkan AS sebelum pemilu di Venezuela.**














