Hanya 14 Kapal yang Melintas di Selat Hormuz Sejak di Umumkan Gencatan Senjata, Kapal Pertamina Masih Tertahan
PARAMETERMEDIA.COM – Marine Traffic melaporkan adanya sedikit peningkatan lalu lintas laut di Selat Hormuz sejak gencatan senjata Iran dan AS diumumkan pada 8 April kemarin.
Platform itu mengabarkan pada pada tanggal 8 dan 9 April, hanya sebanyak 14 kapal melintas di jalur yang strategis tersebut.
Strait of Hormuz traffic remains limited
— MarineTraffic (@MarineTraffic) April 10, 2026
Vessel activity through the Strait of Hormuz has increased slightly since the ceasefire took effect on 8 April, but flows remain well below normal levels. According to #MarineTraffic data, 14 vessels crossed the Strait on 8–9 April,… pic.twitter.com/SI88m4DvrX
Walaupun masih jauh dari jumlah lalu lintas normal, tercatat sebanyak 9 kapal melintas di Selat Hormuz pada tanggal 9 April.
Sebelum adanya konflik, biasanya lebih dari 100 kapal melintas di perairan ini setiap harinya.
Sebanyak 70 persen lalu lintas kapal di dominasi oleh kapal-kapal yang meniggalkan Teluk Persia, sementara lebih dari 50 persen pelayaran didominasi oleh kapal-kapal tanker bermuatan penuh minyak menuju ke Asia.
Sementara kapal yang terkena sanksi dan hukuman biasanya terkait dengan adanya armada tercatat sebanyak hampir dua pertiga dari seluruh pelayaran.
Sementara itu 2 kapal Indonesia yang masih tertahan milik Pertamina International Shipping (PIS) masih belum bisa melintas di Selat Hormuz hampir selama sebulan, keduanya adalah Pertamina Pride dan Gamsunoro.**














