Media Israel Akui Kemenangaan Iran, Kuasai Sumber Kekayaan Tak Berujung
PARAMETERMEDIA.COM – Media Israel Maariv mengakui Iran telah memenangkan perang 41 hari dengan AS dan Israel.
Meskipun gencatan senjata bersifat sementara namun hal itu merupakan kemenangan strategis, dimana dunia akan melihat Iran dan poros perlawanannya muncul sebagai pemenang utama perang.
Kekalahan besar ini membawa konsekuensi jangka panjang dan akan meningkatkan posisi regional Iran di Teluk Persia untuk tahun-tahun mendatang.
Menunjukan tanda-tanda pihak yang menyerah, Washington harus menerima pil pahit setelah 15 poin proposal ditolak Iran, sementara 10 poin proposal kesepakatan yang diajukan Iran melalui Pakistan diterima AS.
Maariv mencatat pembunuhan Ayatollah Khamenei, tidak mampu meruntuhkan sistem politik Iran, malah melahirkan pemimpin dari generasi yang lebih muda dan lebih revolusioner.
Terlebih lagi dalam proposal ini tidak ada pembahasan terkait dengan pelucutan 450 kilogram pengayaan uranium Iran dan leluasa melanjutkan program rudal balistiknya.
Selain itu kini Iran memegang kontrol penuh atas Selat Hormuz sebagai aset strategis utama, mengenakan biaya pada kapal-kapal negara manapun yang lewat.
Dalam perang 41 hari, Iran dan poros perlawanan dari Yaman, dan Lebanon, terus menargetkan aset Israel dan Amerika di Palestina yang diduduki. Menyebabkan kerusakan hebat di dalam wilayah pendudukan Israel.
Rezim Israel yang telah gagal mencapai tujuannya untuk melucuti senjata kelompok perlawanan seperti Hizbullah, yang kedepannya akan lebih kuat.
🚨 BREAKING
— GBX (@GBX_Press) April 8, 2026
Iran closes the Strait of Hormuz after the Israeli attack on Lebanon. Iran is considering withdrawing from the ceasefire as Israel’s violations continue. Ending the war on all fronts, including Lebanon, is part of the two-week ceasefire plan pic.twitter.com/pyRLCfK536
Mantan kepala militer Israel Gabi Ashkenazi mengatakan Iran telah memenangkan perang dan menguasai Selat Hormuz yang digambarkan sebagai mesin uang, dengan pendapatan sangat besar dan menjadi sumber kekayaan tak berujung bagi Iran.














