banner 728x250 banner 728x250

Berita Terkini

Kepala Desa di Lumajang Dibacoki di Teras Rumah Sendiri, 12 Orang Diburu Polisi

Kepala Desa di Lumajang Dibacoki di Teras Rumah Sendiri, 12 Orang Diburu Polisi

PARAMETERMEDIA.COM - Seorang Kepala Desa di Lumajang dikeroyok oleh sekitar 11 orang pria dengan menggunakan senjata tajam, pada Rabu 15...
Read More
Serangan Jutaan Lebah di Israel, Sementara Warga Palestina Mendapatkan Ikan Segar di Pantai

Serangan Jutaan Lebah di Israel, Sementara Warga Palestina Mendapatkan Ikan Segar di Pantai

PARAMETERMEDIA.COM - Setelah serangan ribuan gagak pada bulan Maret lalu di Israel yang menurut banyak orang disebut sebagai peringatan pertanda...
Read More
Wabup Terima Forum Kader Pembangunan Manusia Bahas Konvergensi Stunting Di Tingkat Desa

Wabup Terima Forum Kader Pembangunan Manusia Bahas Konvergensi Stunting Di Tingkat Desa

Parametermedia.com-Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menerima Forum Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kabupaten Sukabumi di Pendopo, Rabu, 14 April 2026. Pertemuan...
Read More
Pemkab Sukabumi Percepat Proses Groundcheck Tahap Kedua Untuk Reaktivasi Kepesertaan PBI JK

Pemkab Sukabumi Percepat Proses Groundcheck Tahap Kedua Untuk Reaktivasi Kepesertaan PBI JK

Parametermedia.com-Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral guna mempercepat proses groundcheck tahap kedua untuk reaktivasi kepesertaan Penerima Bantuan...
Read More
MTA, Sekda Ade “Salah Satu Kunci Meningkatkan Etos Kerja Dan Kualitas Layanan Publik”

MTA, Sekda Ade “Salah Satu Kunci Meningkatkan Etos Kerja Dan Kualitas Layanan Publik”

Parametermedia.com-Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H Ade Suryaman mengikuti pengajian Majelis Ta’lim Aparatur (MTA) yang digelar di Aula Sekretariat Daerah, Senin...
Read More
Mantan Ketua Reformasi Politik Nasional: Jika Prabowo Percaya Akhirat, Jokowi Harus Dihukum

Mantan Ketua Reformasi Politik Nasional: Jika Prabowo Percaya Akhirat, Jokowi Harus Dihukum

PARAMETERMEDIA.COM - Mantan Ketua Reformasi Politik Nasional, Profesor Ryaas Rasyid di Forum Keadilan TV menyatakan pemerintahan Jokowi adalah pemerintahan paling...
Read More
Hanya 14 Kapal yang Melintas di Selat Hormuz Sejak di Umumkan Gencatan Senjata, Kapal Pertamina Masih Tertahan

Hanya 14 Kapal yang Melintas di Selat Hormuz Sejak di Umumkan Gencatan Senjata, Kapal Pertamina Masih Tertahan

PARAMETERMEDIA.COM - Marine Traffic melaporkan adanya sedikit peningkatan lalu lintas laut di Selat Hormuz sejak gencatan senjata Iran dan AS...
Read More
Buka Jambore IGORNAS, Bupati Sukabumi “Guru Olahraga Motivator Kedisiplinan, Sportivitas Dan Kerja Keras”

Buka Jambore IGORNAS, Bupati Sukabumi “Guru Olahraga Motivator Kedisiplinan, Sportivitas Dan Kerja Keras”

Parametermedia.com-Para guru olahraga yang berada di Kabupaten Sukabumi berkumpul di GOR Pemuda Cisaat, Jumat, 10 April 2026. Mereka mengikuti jambore...
Read More
Raker Komisi IV DPRD, Sinergi dan Pengawasan demi Kemajuan Sukabumi

Raker Komisi IV DPRD, Sinergi dan Pengawasan demi Kemajuan Sukabumi

Parametermedia.com-Mengawal transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah adalah komitmen utama. Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Hendra Purnama bersama Uden Abdunnatsir menghadiri Agenda...
Read More
Kecamatan Purabaya Gelar Rangkaian Acara, Ini Kata Anggota DPRD Kab Sukabumi

Kecamatan Purabaya Gelar Rangkaian Acara, Ini Kata Anggota DPRD Kab Sukabumi

Parametermedia.com-Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Ai Sri Mulyati berkesempatan hadir dalam rangkaian acara yang sangat bermakna pada di kantor kecamatan Purabaya...
Read More

Mantan Ketua Reformasi Politik Nasional: Jika Prabowo Percaya Akhirat, Jokowi Harus Dihukum

PARAMETERMEDIA.COM – Mantan Ketua Reformasi Politik Nasional, Profesor Ryaas Rasyid di Forum Keadilan TV menyatakan pemerintahan Jokowi adalah pemerintahan paling buruk sepanjang sejarah Indonesia.


Ia mencatat kepemimpinan yang rusak, manajemen yang hancur-hancuran, korupsi meraja lela, dimana tidak ada pertanggungjawaban.


Menurutnya 10 tahun berkuasa telah menanam pengaruh dan menanam orang-orang di berbagai institusi untuk melindungi Jokowi dari masalah, misalnya terkait ijazah palsu masalah yang tidak selesai hingga kini.


” ini orang malah harus dihukum, harus dibawa ke pengadilan. Bukan sekedar dibuktikan ijazahnya palsu, semua rentetan-rentetan yang terjadi selama pemerintahan 10 tahun itu kan. Bagaimana korupsi, bagaimana menteri-menterinya harus diadili. Itu kan tanggung jawab presiden,” katanya.


“Jangan dibiarkan melenggang begitu saja, ketegasan presiden seharusnya bisa menyelesaikan masalah bukan membuat kecewa banyak orang dengan ketidakmampuan Prabowo untuk menyelesaikan kasus ini.”

“Jokowi harus dihukum atau harus di dituntaskan kejahatannya, negeri ini tersandra oleh Ikatan pribadi Prabowo dengan Jokowi. Jokowi tidak ada hubungannya dengan ketatanegaraan dan tidak ada hubungannya dengan demokrasi.”


Ia menekankan Prabowo harus berhenti dulu berpidato, mencerna semua situasi dan mengambil poin-poin yang paling strategis untuk dia jawab dengan tindakan, bukan hanya dengan sebatas retorika.


Selain itu Ryaas menyebut kebijakan Prabowo seperti MBG, Koperasi Merah Putih yang tidak jelas dan harus direnungkan, berpikir kemana arah negara ini dan bagaimana mempertanggung jawabkannya di dunia dan akhirat.


” Kalau dia percaya ada akhirat, dengan usia yang sudah seperti itu, tidak ada satupun yang tidak akan dipertanggungjawabkan,” tegasnya.


“Saya curiga tidak akan ada perbaikan sampai 5 tahun. Mungkin malah semakin parah dengan kebijakan-kebijakan yang dipaksakan dan menimbulkan masalah.”


Menurut Profesor ini bahwa setidaknya ada 3 kelompok yang sedang menghadapi Prabowo, yang pertama adalah kelompok cendekiawan, orang-orang terdidik, orang-orang yang peduli dan kecewa mengenai pemerintahan, mempertanyakan arah negara.


Kelompok kedua adalah orang-orang yang mengantisipasi. dimana jika terjadi sesuatu dengan Prabowo atau terjadi pergantian pemerintahan. Yaitu kelompok Gibran dengan orang-orang partai yang dikendalikan oleh Jokowi dulu.


Yang ketiga adalah kelompok-kelompok yang masih menyimpan memori 2024 hasil Pilpres, yang melihat bahwa pemerintahan terpilih karena adanya kecurangan.


Kelompok ini berpendapat bahwa pemerintahan Prabowo tidak akan mendapat berkah untuk membawa Indonesia lebih baik, namun kelompok ini diam dan menunggu momentum untuk mengambil posisi.

Disinggung terkait Gibran, Ryaas mengatakan Gibran mungkin diam-diam berharap terjadi sesuatu dengan Prabowo, karena itu satu-satunya kesempatan terbaik dimana konstitusi mengatakan wakil presiden akan naik menggantikan kalau terjadi sesuatu terhadap presiden.**

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *