banner 728x250 banner 728x250

Berita Terkini

MTQ ke 47 Tingkat Kabupaten Sukabumi, DRPD Tegaskan Membangun Karakter dan Spiritualitas Umat

MTQ ke 47 Tingkat Kabupaten Sukabumi, DRPD Tegaskan Membangun Karakter dan Spiritualitas Umat

Parametermedia.com-Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali menegaskan, MTQ merupakan momentum penting dalam menanamkan nilai-nilai Alquran di tengah kehidupan masyarakat....
Read More
DPRD Kab Sukabumi Menyampaikan Selamat Dan Sukses Terselenggaranya MTQ ke 47

DPRD Kab Sukabumi Menyampaikan Selamat Dan Sukses Terselenggaranya MTQ ke 47

DPRD Kabupaten Sukabumi terus mendukung berbagai kegiatan yang berorientasi pada penguatan nilai keagamaan dan budaya yang mampu melahirkan generasi muda...
Read More
Pembukaan MTQ Ke 47, Bupati Sukabumi “Upaya Membumikan Al-Qur’an Ditengah Masyarakat”

Pembukaan MTQ Ke 47, Bupati Sukabumi “Upaya Membumikan Al-Qur’an Ditengah Masyarakat”

Parametermedia.com-Sebanyak 427 peserta akan unjuk kebolehan dalam MTQ XLVII tingkat Kabupaten Sukabumi yang digelar di Komplek Ponpes Terpadu Darrusyifa Al-Fitroh...
Read More
Sekda Lantik Dewan Hakim MTQ Ke 47 Tingkat Kabupaten Sukabumi

Sekda Lantik Dewan Hakim MTQ Ke 47 Tingkat Kabupaten Sukabumi

Parametermedia.com-Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi H.Ade Suryaman melantik puluhan dewan hakim MTQ ke 47 tingkat Kabupaten Sukabumi di Komplek Ponpes...
Read More
Ketua DPRD Hadiri Pembukaan MTQ Ke 47 Tingkat Kabupaten Sukabumi

Ketua DPRD Hadiri Pembukaan MTQ Ke 47 Tingkat Kabupaten Sukabumi

Parametermedia.com-Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali menghadiri pembukaan MTQ XLVII tingkat Kabupaten Sukabumi yang digelar di Komplek Ponpes Terpadu...
Read More
Puncat HUT Ke18 Ujunggenteng, Anggota DPRD Serahkan Trofi Juara

Puncat HUT Ke18 Ujunggenteng, Anggota DPRD Serahkan Trofi Juara

Parametermedia.com-Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Dadang Hermawan, secara langsung menyerahkan trofi juara pertama kepada tim Desa Purwasedar yang sukses keluar sebagai...
Read More
Mengenal Pabrik Simping Cikur Rumahan UMKM Zahra

Mengenal Pabrik Simping Cikur Rumahan UMKM Zahra

Parametermedia.com-Pabrik simping rumahan UMKM Simping Cikur Zahra yang berlokasi di Kp. Cipanggulaan, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi telah berdiri...
Read More
Rakercab Pramuka, Kadiskan” Pramuka Membentuk Generasi Muda Peduli Ekosistem Perairan”

Rakercab Pramuka, Kadiskan” Pramuka Membentuk Generasi Muda Peduli Ekosistem Perairan”

Parametermedia.com-Pramuka memiliki peran penting, Kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, karena membentuk generasi muda yang peduli terhadap lingkungan,...
Read More
Hardiknas, Kepala Dinas Peternakan Kab Sukabumi” Bersama Kualitas Pendidikan Bisa Kita Wujudkan”

Hardiknas, Kepala Dinas Peternakan Kab Sukabumi” Bersama Kualitas Pendidikan Bisa Kita Wujudkan”

Parametermedia.com-Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi drh Asep Kurnadi menyatakan Dengan komitmen dan kerja keras bersama, pendidikan Indonesia yang berkualitas dan...
Read More
Peningkatan Kualitas Pendidikan, Ini Kata Anggota DPRD Kab Sukabumi

Peningkatan Kualitas Pendidikan, Ini Kata Anggota DPRD Kab Sukabumi

Parametermedia.com-Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Paoji Nurjaman, menghadiri upacara Hardiknas bersama unsur pemerintah daerah di Kecamatan Cikembar, Sabtu (2/5/2026), Terkait peningkatan...
Read More

Benarkah Terasi Penyebab Pecah Perang Kerajaan Cirebon dan Sunda Galuh ?

Ilustrasi Pixi0815/Pixabay

PARAMETERMEDIA.COM – Menurut sebuah artikel Sejarah Cirebon dan Umum, pada sekitar abad ke 14 -15, Kerajaan Pajajaran menguasai banyak wilayah termasuk Kerajaan Cirebon di wilayah Pantai Utara bagian Timur.

Pada saat itu Kerajaan Sunda Galuh yang konon berlokasi di Ciamis, menjadi pusat administrasi Kerajaan Pajajaran di wilayah itu.

Cirebon adalah penghasil garam terbaik di Tanah Sunda, namun saat itu belum ditemukan bumbu masak sebagai penyedap rasa yang handal.

Hingga disebutkan jika makanan di tanah Sunda tidak memiliki cita rasa yang enak sama sekali.

Berdasarkan Kitab Carita Purwaka Caruban Nagari, pembuatan terasi tradisional pertama kali di Cirebon, dibuat oleh bangsawan Cirebon dari Kerajaan Caruban Larang (pra-Islam), yaitu pasangan suami istri Ki Danusela dan Nyi Arumsari.

Dari keluarga bangsawan inilah munculnya lahirnya cikal bakal Kesultanan Cirebon.

Pasangan ini juga membuat makanan Petis setelah adanya terasi, yang terbuat dari olahan udang kecil atau rebon, dicampur tumbukan nasi, garam dan bahan-bahan lain yang dirahasiakan.

Kemudian keterampilan pembuatan terasi dan petis diwariskan kepada menantu dan anaknya, Pangeran Walangsungsang (putra tertua Prabu Siliwangi ) dan Kancana Larang.

Karena terbilang berharga mahal, terasi menjadi pembeda antara makanan bangsawan dengan rakyat jelata.

Sejak saat itulah setiap tahunnya, Cirebon mengirimkan upeti berupa terasi, petis dan garam kepada kerajaan diatasnya.

Disebutkan bahwa konon kata terasi berasal dari kata Asih yang artinya disukai Raja.

Sementara itu dalam cerita lain saat Raja Galuh, Cakra Ningrat yang sedang menyantap masakan, tiba-tiba memuntahkan makanannya karena rasanya berbeda dan tidak enak.

Setelah bertanya rupanya makanan yang dihidangkan tidak ditambahkan terasi, dan raja pun mempertanyakannya.

Dari keterangan Patih disebutkan jika Cirebon telah menyatakan kemerdekaannya dan menghentikan pengiriman upeti terasi, petis dan garam.

Rajagaluh yang murka lalu mengirimkan bala tentara untuk memerangi Cirebon dibawah pimpinan Adipati Palimanan Arya Kiban yang pada saat itu sebagai panglima perang dari kerajaan Galuh.


Di posisi Cirebon pasukan di pimpin oleh Pangeran Kuningan dan Syeikh Magelung, perang pun terjadi di Pegunungan Kromong ( Palimanan – Gempol ) sekaligus menjadi tempat menghilangnya Adipati Palimanan yang melarikan diri setelah kalah dalam pertempuran itu.


Dalam Kitab Carita Purwaka Caruban Nagari juga disebutkan Kanjeng Sunan Gunung Jati naik tahta pada 1479, ia menjadi pemimpin Cirebon menggantikan Pangeran Walangsungsang.

Sunan pun menggantikan upeti dengan zakat fitrah. Kemerdekaan Cirebon tercatat terjadi pada pada tahun 1482.*

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *