Hadapi Kemungkinan Invasi AS ke Greenland, Kanada Siapkan Perang Ala Mujahidin Afghanistan?
PARAMETERMEDIA.COM – Globe and Mail melaporkan menanggapi kemungkinan invasi AS yang berniat merebut Greenland, Kanada mulai menyusun strategi perang non konvensional yang diterapkan oleh para pejuang mujahidin Afghanistan.
Kanada yang tidak akan mampu untuk terlibat dalam perang konvensional yang terbuka, berencana untuk berperang dengan gaya gerilya dengan taktik yang meniru operasi mujahidin Afghanistan melawan pasukan Soviet dalam perang 1979-1989.
Kanada memperkirakan bahwa serangan darat dan laut pasukan AS akan datang dari wilayah selatan negara itu, mengutip RT.
Dengan persenjataan dan kelengkapan modern AS dipandang tidak mampu menandingi para pejuang Taliban yang gigih bertempur selama dua puluh tahun. Namun banyak yang menilai Kanada tidak akan pernah bisa menyamai Taliban.
Crazy Footage 🚨: You hear about IED attacks often, but a Taliban IED hitting two U.S. Humvees in Afghanistan around 2009 shows just how horrific they are. pic.twitter.com/8Ooo8g4UQ8
— WAR ARŞİV 🔞 (@warnowxq4) January 13, 2026
Untuk itu perang harus dilakukan dengan membentuk unit-unit kecil sipil bersenjata dengan melakukan sabotase, serangan pesawat tak berawak dan serangan tabrak lari.
Donald Trump berungkali menyatakan untuk mengambil alih Greenland dan menekankan bahwa Kanada harus menjadi bagian negara bagian AS ke-51.
Meskipun invasi AS ini dianggap tidak mungkin, namun ancaman Trump membuat para petinggi militer Kanada harus siap melakukan langkah yang diperlukan jika skenario itu terjadi.
Trump mengincar Greenland dengan alasan masalah keamanan dan kebutuhan untuk melawan Rusia dan China.
NATO yang menolak langkah AS memperingatkan bahwa langkah itu dapat mengakhiri aliansi, penolakan itu dibalas Trump dengan dengan menaikan tarif baru terhadap -negara Eropa yang menentang rencananya.**














