Serangan Kilang Minyak Iran Pasca Gencatan Senjata, Perwira Rusia Sebut Negosiasi Palsu AS
PARAMETERMEDIA.COM -Serangan yang diduga dilakukan UEA terhadap kilang minyak yang terletak di Pulau Lavan Iran terjadi pada 8 April Rabu pagi, setelah diumumkannya gencatan senjata pada 7 April 2026.
Sebagai tanggapan, Iran menyerang Kuwait, Bahrain, dan UEA, dimana dilaporkan gelombang serangan sedang berlangsung saat ini.
BREAKING!
— Mario Nawfal (@MarioNawfal) April 8, 2026
Iran's Lavan Oil Refinery in Siri Island is burning, and Iran is blaming the UAE for the attack!
And they just fired missiles and drones at the UAE and Kuwait (air defenses active as I write this)
Not sure what to make of this. Are factions of Iran seeking to… https://t.co/aFNHb4HDaW pic.twitter.com/eLj21yTVHT
Penasihat Akademi Ilmu Rudal dan Artileri Rusia Letnan Kolonel Oleg Ivannikov, memperingatkan pengumuman gencatan senjata oleh AS adalah sebuah negosiasi palsu, belum jelas dan masih terlalu dini, tulis aif.ru.
Selama berlangsungnya konflik Iran telah menanggapi Amerika Serikat dengan keras secara militer, politik dan diplomatik. Hal ini menjadi pukulan telak bagi AS yang tak mau kehilangan muka.
🚨 BREAKING:
— Ʌ฿ҮӐŊ (son of Ðaraawiish)🐎🇸🇴 (@RealAbyan) April 8, 2026
Iran Government confirms missiles and drones launched at UAE 🇦🇪 oil terminal in Fujairah in direct retaliation for attacks on the Lavan refinery. pic.twitter.com/kFmlc218Jc
“AS belum kalah. Pasukan sedang dipindahkan ke wilayah Timur Tengah, membentuk kekuatan multi-domain untuk menyerang Iran. Pukulan ini tidak hanya dari darat tetapi juga dari udara. AS mengatur negosiasi palsu dan bermain giveaway, untuk mengumpulkan kekuatan. Pesan-pesan seperti itu tidak boleh dipercaya, dan kepemimpinan Iran perlu mempersiapkan konfrontasi yang sulit,”
Oleg menyebutkan serangan multi-domain yang dimaksud melibatkan melakukan operasi militer secara bersamaan dari beberapa arah.
Operasi tersebut itu melibatkan tindakan terkoordinasi di darat, di laut (termasuk di bawah air), di udara, di luar angkasa, dan di dunia maya.
“Amerika Serikat akan mengerahkan pasukan ke Timur Tengah dalam dua minggu gencatan senjata untuk memberikan pukulan keras kepada Iran,” kata Oleg.
Perwira Rusia ini mengakui bahwa penggunaan rudal canggih Iran, telah melumpuhkan hampir semua pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Wakil direktur Institut Sejarah dan Politik Universitas Pedagogi Negeri Moskow, Vladimir Shapovalov, Iran harus mewaspadai tipuan berungkali yang dilakukan AS, mengingat bahwa situasi saat ini sama sekali tidak menguntungkan AS.
“Seluruh situasi ini adalah pukulan mengerikan bagi prestise hegemon dunia, yaitu Amerika Serikat. Kita berbicara tentang fakta bahwa AS tidak dapat mengalahkan Iran dalam konflik militer. AS menderita kerugian politik, ekonomi, dan reputasi yang signifikan. Seluruh dunia dan bahkan negara-negara sekutu yang tidak mendukung mereka. Ini adalah paku lain di peti mati hegemoni Amerika di dunia,” katanya.**














