banner 728x250 banner 728x250

Berita Terkini

Kadiskan Apresiasi Kontes Serdadu dan Breeder Koi Show 2026

Kadiskan Apresiasi Kontes Serdadu dan Breeder Koi Show 2026

Parametermedia.com-Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko,mengatakan kontes Serdadu & Breeder Koi Show 2026. sebagai ajang kualitas produk lokal sebelum...
Read More
Lailatul Ijtima, “Momentum Introspeksi dan Kolaborasi Pembangunan Sukabumi”

Lailatul Ijtima, “Momentum Introspeksi dan Kolaborasi Pembangunan Sukabumi”

Parametermedia.com-Bupati Sukabumi H. Asep Japar berkumpul bersama Forkopimda, ulama, hingga masyarakat di Pendopo Sukabumi, Kamis malam, 15 Januari 2026. Kegiatan...
Read More
Ketua DPRD Hadiri Peringatan Hari Desa Nasional Tingkat Kabupaten Sukabumi 2026

Ketua DPRD Hadiri Peringatan Hari Desa Nasional Tingkat Kabupaten Sukabumi 2026

Parametermedia.com-Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali Menghadiri peringatan Hari Desa Nasional (Hardesnas) 2026. Peringatan tersebut digelar di Aula Sekretariat...
Read More
Diskan Jadikan Makna Isra Miraj Momentum Perkuat Etos Kerja, Integritas dan Komitmen

Diskan Jadikan Makna Isra Miraj Momentum Perkuat Etos Kerja, Integritas dan Komitmen

Parametermedia.com-Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, memaknai Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 16 Januari 2026 sebagai momentum refleksi...
Read More
HARDESNAS, Bupati Dorong Lahirnya Desa Inovatif Dan Memanfaatkan Potensi Untuk Kemajuan Masyarakat

HARDESNAS, Bupati Dorong Lahirnya Desa Inovatif Dan Memanfaatkan Potensi Untuk Kemajuan Masyarakat

Parametermedia.com-Sebanyak 47 kepala desa dari 381 Desa di Kabupaten Sukabumi memperingati Hari Desa Nasional (Hardesnas) 2026. Peringatan tersebut digelar di...
Read More
21 Camat Dilantik Sebagai PPATS, Sekda “Berikan Layanan Prima Dan Profesional”

21 Camat Dilantik Sebagai PPATS, Sekda “Berikan Layanan Prima Dan Profesional”

Parametermedia.com-Sebanyak 21 camat di Kabupaten Sukabumi mendapatkan tugas baru sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara (PPATS). Hal itu pasca dilantiknya...
Read More
Hari HAM Nelayan dan Masyaramat Sipil, Ini Menurut Kadiskan Kab Sukabumi

Hari HAM Nelayan dan Masyaramat Sipil, Ini Menurut Kadiskan Kab Sukabumi

Parametermedia.com-Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, menegaskan bahwa nelayan tidak hanya berperan sebagai pelaku ekonomi, tetapi juga sebagai subjek...
Read More
Diarpus Jadikan Perpustakaan Sebagai Ruang Belajar Yang Menyenangkan

Diarpus Jadikan Perpustakaan Sebagai Ruang Belajar Yang Menyenangkan

Parametermedia.com-Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi, Aisyah, menjelaskan bahwa peningkatan penggunaan gawai pada anak mulai berdampak pada minat baca,...
Read More
Dampingi MenDukBangga/ BKKBN, Bupati “Program MBG 3B Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas 2045”

Dampingi MenDukBangga/ BKKBN, Bupati “Program MBG 3B Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas 2045”

Parametermedia.com-Bupati Sukabumi H Asep Japar mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia/Kepala BKKBN pada kegiatan Temu Kader Tim Pendamping...
Read More
Pemkab Sukabumi Bersama DPMD Jabar VerVal Data Masyarakat Terdampak Bencana Di Simpenan

Pemkab Sukabumi Bersama DPMD Jabar VerVal Data Masyarakat Terdampak Bencana Di Simpenan

Parametermedia.com-Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat menggelar pertemuan koordinatif guna mempersiapkan proses verifikasi...
Read More

KOTA SATELIT DAN JEJAK JURAGAN SEPUH

ParameterMedia.com – Di tahun 1830-an, Onderneming (perkebunan) baru, dibuka untuk membudidayakan komoditas Teh, komoditas yang waktu itu dijuluki “emas hijau”. Walau berada didaerah terpencil jauh dari pusat Kota Sukabumi, Perkebunan yang terletak di Desa Nagrak Utara Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi tersebut memiliki fasilitas lengkap ukuran masa itu.

“KOTA SATELIT” menjadi julukan perkebunan sejuk berbukit di kurang lebih 504 (Mdpl)itu, mengapa dijuluki Kota Satelit ? walau dalam pengertian teksbook disebut sebagai kota yang terletak di pinggir atau berdekatan dengan kota besar, yang secara ekonomis, sosial, administratif, dan politis tergantung pada kota besar, untuk perkebunan yang satu ini ada yang beda, beda karena sebutan “Kota Satelit” didasari kelangkapan fasilitas, kemandirian serta model tata kelola sistem sosial di dalamnya.

Baik! Mungkin debatable berbicara tentang istilah itu, tapi yang pasti perkebunan SINAGAR (Sinagar onderneming) diwaktu itu disebut Kota Satelit.

Setelah diperluasnya areal/ digabungkannya dua Afdeling, yaitu Munjul & Cirohani.Menjadi NV Sinagar- Tjirohani pada tahun 1864, lalu berkembang menjadi Estate Compani of Sinagar- Tjirohani pd thn 1883. Perkebunan teh Sinagar sebagai perkebunan pertama kemudian menjelma menjadi perkebunan Teh terluas pada masanya di Hindia Belanda,

 

Adapun komoditi tanaman yang kemudian menjadi idola di wilayah perkebunan Sinagar ini diantaranya Teh, kopi, kina, karet bahkan menurut informasi Tembakau juga pernah dikembangkan di perkebunan yang konon namanya diambil dari salah satu daerah di India. Srinagar (tentang ini akan kita bahas dalam tulisan lainnya, nanti)

Onderneming ini sangat luas kuranglebih 2,150 hektar, dengan hasil produksi teh perbulan menghasilkan 140.000 poundsterling dan menjadi lapangan kerja untuk sekitar 1.500 karyawan.

Berkembangnya perkebunan Sinagar tentu tidak.lepas dari tangan dingin sang administrateur yang dikenal sebagai “Juragan Sepuh” ya, Juragan Sepuh, demikian Meneer Eduard Julius Kerkhoven dipanggil oleh warga pribumi.

Banyak jabatan yang diemban oleh Juragan Sepuh kala itu, diantaranya sebagai Ketua:

  • Sukabumi Landbouw Vereeniging 1881.
  • Ketua perkumpulan para pemburu Thee planter preanger. De Jacht/ Jager.
  • Ketua Organisasi pacuan kuda priangan. Dan banyak lagi
    Aktivitasnya itu dikemudian hari dilanjut oleh putranya ARW Kerkhoven secara turun temurun

Tercatat dalam sejarah, Meneer KAR Boscha, pemilik perkebunan Malabar, Taloen, pendiri Cikal bakal ITB dan pemilik Teropong bintang Lembang adalah keponakan EJ Kerkhoven dan sempat lama magang di perkebunan Sinagar ini sejak pertama datang menginjakan kaki di Hindia Belanda..

Kerkhoven Kerkhoven ini terus melanjutkan kepemimpinan perkebunan Sampai memasuki era malaise (Moneter 1920- 1930) bahkan menjelang kedatangan Militer Jepang 1942 dan berkuasa, Rumah sakit perkebunan ini pernah merawat Orang- orang Germany yang waktu itu memang bersekutu dengan Jepang.

Luarbiasanya selain Rumah sakit, Perkebunan Sinagar pada masa itu sudah memiliki PLTA sendiri, Arena pacuan kuda, kebun binatang, sistem irigasi yang sekali lagi “modern” waktu itu, jaringan listrik bawah tanah, bahkan mata uang sendiri dll, mungkin ini alasan sebenarnya mengapa dijuluki KOTA SATELIT.

 

Tentang Kebun Binatang, Hewan di Sinagar menurut informasi cukup banyak, diantaranya kuda, Anjing, Gajah, beberap jenis burung, ular, babi hutan dan monyet.

Torehan tinta Emas lainnya, ada yang mengatakan Rekor terbesar dalam Sejarah Dunia yang dilakukan Onderneming Sinagar bersama Parakan salak adalah turut memeriahkan peresmian mahakarya arsitektur keajaiban dunia, ya peresmian Menara Eiffel tahun 1889 dengan mengirimkan Rombongan Gamelan Sari oneng ke Eropa juga Amerika.

Perkebunan Sinagar juga pernah dikunjungi para tokoh dunia diantaranya:

  • Arthur Earle 1889 (Buku Month in Java 1889).
  • Frank G Carpenter, konsul Amerika 1901.
  • Eliza Ruhamah Scidmore (Buku: Java, The Garden of the East 1897)
  • Crockewit etc.

Walau tidak semua. Para tamu ini menuliskan dalam catatannya tentang pengalaman dari perjalanan mulai Batavia, Buitenzorg (Bogor) serta menjelaskan ketakjubannya saat menyaksikan dan menikmati fasilitas di Kota Satelit, Kotanya Juragan sepuh.

Sumber:
KITLV leiden dan Tropen museum

Soekaboemi The Unfold Story.

Kang Dida Hudaya, Jelajah Sejarah Soekaboemi (JSS)

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *