Diarpus Jadikan Perpustakaan Sebagai Ruang Belajar Yang Menyenangkan
Parametermedia.com-Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi, Aisyah, menjelaskan bahwa peningkatan penggunaan gawai pada anak mulai berdampak pada minat baca, kreativitas, hingga kemampuan interaksi sosial.
” Perpustakaan hari ini tidak lagi hanya soal buku. Kami ingin menjadikannya ruang belajar yang ramah anak, menyenangkan, dan mampu menjadi alternatif positif dari penggunaan gawai yang berlebihan,” kata Aisyah, Rabu (14/1/2026).
Untuk mendukung hal itu, peserta ditempatkan di sejumlah kelas sesuai minatnya, seperti Bahasa Inggris, matematika, animasi, dan kegiatan kreatif lainnya. Pendekatan ini diterapkan agar anak merasa nyaman sekaligus menemukan aktivitas baru di luar gawai.
“Anak-anak bebas memilih kelas yang mereka sukai. Pendekatan ini kami gunakan agar proses belajar terasa menyenangkan, bukan sebagai paksaan,” jelas Aisyah.
Program berlangsung selama tiga hari. Dua hari pertama fokus pada kegiatan belajar di dalam gedung perpustakaan, sedangkan hari ketiga membawa anak ke luar ruang untuk belajar sambil bermain di lokasi yang relevan dengan materi.
Melalui metode tersebut, Diarpus ingin menanamkan pengalaman belajar yang lebih kaya, tidak hanya aspek pengetahuan, tetapi juga motorik dan sosial.
“Belajar bisa dilakukan di mana saja. Anak-anak kami ajak mengenal lingkungan sekitar, berinteraksi langsung, dan tetap bermain sambil belajar,” terangnya.
Diarpus menempatkan Tandem Baper sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem literasi Kabupaten Sukabumi. Perpustakaan didorong bukan hanya menjadi tempat membaca, tetapi ruang publik yang hidup dan ramah anak.
Diharapkan anak-anak tumbuh dengan kebiasaan baik, mampu mengelola penggunaan gawai secara seimbang, dan memiliki ketertarikan lebih besar pada aktivitas literasi.














