banner 728x250 banner 728x250

Berita Terkini

DPPKB Sukabumi Ajak Masyarakat Aktualisasikan Nilai Nilai Pancasila dalam Kehidupan Keluarga

DPPKB Sukabumi Ajak Masyarakat Aktualisasikan Nilai Nilai Pancasila dalam Kehidupan Keluarga

Parametermedia.com-Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat....
Read More
Reses Di Nyangkowek Cicurug, Dewan Deni Tegaskan Aspirasi Sebelumnya Sudah Ada Realisasi

Reses Di Nyangkowek Cicurug, Dewan Deni Tegaskan Aspirasi Sebelumnya Sudah Ada Realisasi

Parametermedia.com- Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Deni Gunawan, menyampaikan bahwa sejumlah aspirasi masyarakat yang sebelumnya telah disampaikan mulai menunjukkan progres. Di...
Read More
Reses Kedua, Dewan Hamzah Dukung Pengembangan wisata di Desa Cihaur Simpenan

Reses Kedua, Dewan Hamzah Dukung Pengembangan wisata di Desa Cihaur Simpenan

Parametermedia.com-Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita, gelar reses kedua tahun sidang 2026 di Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Jumat...
Read More
Reses Dewan Loka di Kadununggal, Masih Didominasi Aspirasi Peternakan dan Pertanian

Reses Dewan Loka di Kadununggal, Masih Didominasi Aspirasi Peternakan dan Pertanian

Parametermedia.com-Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, H.M. Loka Tresnajaya, melaksanakan reses di Kampung Kadununggal RT 13/03, Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi,...
Read More
Dewan Andri Hidayana Gelar Reses Kedua di Desa Ciwaru Kecamatan Ciemas

Dewan Andri Hidayana Gelar Reses Kedua di Desa Ciwaru Kecamatan Ciemas

Parametermedia.com-Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Andri Hidayana mengatakan reses merupakan momentum penting bagi anggota legislatif untuk mendengarkan langsung kebutuhan dan harapan...
Read More
38 Tahun Tak pernah Unggul: Menang 3-0 atas Oman, Timnas Indonesia Naik Peringkat di FIFA

38 Tahun Tak pernah Unggul: Menang 3-0 atas Oman, Timnas Indonesia Naik Peringkat di FIFA

PARAMETERMEDIA.COM - Setelah selama 38 tahun tidak pernah memenangkan pertandingan sepak bola melawan Oman, Timnas akhirnya menorehkan sejarah dengan kemenangan...
Read More
Optimalisasi Layanan Informasi Dan SP4N Lapor, Kepala DKIP “Komitmen Wujudkan Layanan Publik Yang Akuntabel”

Optimalisasi Layanan Informasi Dan SP4N Lapor, Kepala DKIP “Komitmen Wujudkan Layanan Publik Yang Akuntabel”

Parametermedia.com-Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (DKIP) Kabupaten Sukabumi Yulipri menegaskan, keterbukaan informasi merupakan komitmen Pemda dalam memberikan pelayanan akuntabel...
Read More
Kepala DPMPTSP Kab Sukabumi Tegaskan Pancasila Sebagai Pondasi Utama Pelayanan Publik

Kepala DPMPTSP Kab Sukabumi Tegaskan Pancasila Sebagai Pondasi Utama Pelayanan Publik

Parametermedia.com-Kepala DPMPTSP Kabupaten Sukabumi, Dede Rukaya, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni, melainkan ajang refleksi untuk memperkuat...
Read More
Hari Lahir Pancasila,  Kadiskan Tegaskan Harus Jadi Landasan Kemajuan Sektor Perikanan

Hari Lahir Pancasila, Kadiskan Tegaskan Harus Jadi Landasan Kemajuan Sektor Perikanan

Parametermedia.com-Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi landasan dalam mendorong kemajuan sektor kelautan dan perikanan...
Read More
Ketua DPRD Tegaskan Nilai Nilai Pancasila Harus Dihidupkan dalam segenap Aspek Kehidupan

Ketua DPRD Tegaskan Nilai Nilai Pancasila Harus Dihidupkan dalam segenap Aspek Kehidupan

Parametermedia.com-Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali,menegaskan, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus terus dihidupkan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai...
Read More

HIROSIMA 2. “MATAHARI TERBIT” DI GUNUNG KEKENCENG

SISA-SISA bangunan tua itu teronggok di area persawahan, walau tergerus zaman, terkikis waktu, design arsitekturnya masih menyiratkan bahwa dulu ditempat itu ada cerita tentang sebuah peristiwa,

Kisah sejarah mengenai situs bangunan yang kondisinya centang perenang tersebut memang masih simpang siur, ada beberpa versi. Ada yang mengatakan dulunya adalah sebuah kota, namun ada pula yang menyatakan sebagai kompleks militer

Hirosima 2, begitulah hari ini orang orang menyebut sisa bangunan bersejarah itu

Kenapa dinamai Hirosima 2 ?, apakah ada hubungannya dengan Fat Man dan Little Boy ?, dua Bom Atom yang dijatuhkan di Nagasaki dan Hirosima, Jepang tahun 1945.

Kota atau Komplek Militer?

Pertanyaan ini menggelitik para pegiat sejarah untuk mengekplore lebih jauh mengenai kebenarannya.

Adalah Tim Reenactor Explore Kipahare (REK) Sukabumi yang mencoba melakukan rekontruksi sejarah atau Historical Reenactment tentang komplek hirosima 2 dengan meninjau keseluruhan lokasi Situs di kampung Pojok, Tegal Panjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi sekaligus mengidentifikasi kompleks tesebut berdasarkan fakta sejarahnya yang mereka miliki.

Salah satu Informasi mengenai Hiroshima 2 ini berasal dari keterangan Tedi Ginanjar, anggota Penyuluh Kehutanan Swadaya (PKSM) Jawa Barat yang juga Ketua Yayasan Cagar Budaya Kota Jepang Pojok Gunung Kekenceng. Dirinya mengatakan bahwa informasi mengenai Hiroshima 2 didapat dari wawancara dengan saksi hidup. Tedi juga mengaku telah melakukan penelusuran selama lebih dari empat tahun, dan menyimpulkan bahwa upaya pembangunan besar-besaran ini juga berkaitan dengan keinginan Jepang menjadikan Tegalpanjang sebagai ibukota Indonesia.

Tapi hasil penelusuran REK menunjukan, luasannya mungkin lebih cocok disebut kompleks industri atau pangkalan militer dibandingkan Ibu Kota

Kondisi geografis Kampung Pojok memang strategis dijadikan pangkalan militer untuk tentara Jepang, mengingat lokasinya dikelilingi perbukitan yang membentuk tapal kuda, diapit sebelah utara oleh Gunung Malang, dan Gunung Manglayang di selatan.

Masih menurut Ketua Yayasan Cagar Budaya Kota Jepang Pojok Gunung Kekenceng, di tempat seluas 10 hektar ini pihak Jepang kemudian membangun pabrik kaca, pabrik kain katun, pabrik beras (penggilingan), pabrik baja untuk membuat pesenjataan dan mesiu, serta bengkel. Menurutnya pula, untuk penunjang transportasinya dibangun rel kereta, akses jalan besar, bahkan hingga landasan untuk pesawat terbang

Mungkin Jepang ingin menduplikasi kota Hirosima yang merupakan sebuah kota industri yang cukup besar, luasnya saja mencapai 741,75 km persegi dan terdiri dari 8 distrik yang masing-masing menjadi pusat industri dari mulai tekstil, karet, trem, hingga industri berat dan militer yang mensuplai pasukannya di Asia Timur Raya.

Jika dibandingkan dengan situs ini maka agak sulit jika disebut sebagai kota, apalagi kelengkapan kota seperti lapangan terbang minimal memerlukan 800 meter untuk runway serta area fungsional lainnya.

Jadi, apa sebenarnya situs ini? Dari pantauan REK, terdapat beberapa bekas fondasi bangunan di tengah hamparan sawah, yang terlihat sebagian masih utuh adalah bekas kolam. Beberapa petani yang pernah mendengar dari orangtuanya dulu mengatakan bahwa di sana dibangun Pabrik Kina untuk obat para prajurit, gudang makanan dan hasil bumi, gudang amunisi, serta bengkel kendaraan perang. Kompleks ini juga sudah dilengkapi aliran listrik dan telepon.

Hasil penelusuran Litbang Kipahare menyimpulkan bahwa pembangunan kompleks ini cukup unik, mengingat Jepang sangat sedikit melakukan pembangunan di Indonesia akibat kondisi perang dan kekuasaannya yang hanya seumur jagung. Dalam situasi perang Asia Timur Raya, Jepang berfokus kepada upaya mendukung balatentaranya dalam usaha memenangkan perang. Praktis pembangunan yang dilakukan di Sukabumi hanyalah untuk keperluan perang, misalnya membuat sejumlah pos pertahanan di pesisir Selatan untuk mengantisipasi serangan sekutu Amerika, yaitu Australia. Jepang pun membuat dua bunker militer di Ciemas dan Palabuhanratu. Alhasil situs Hirosima 2 dapat disimpulkan adalah fasilitas pendukung kebutuhan militer jepang dimasa perang dunia ke dua.

Sungguh sangat menarik, merekontruksi ulang jejak sejarah Negeri “Matahari Terbit” di Gunung Kekenceng, yang pasti warisan sejarah ini patut dieksplore lebih jauh dan lebih komprehensif.

Perlu adanya upaya merekatkan kembali serpihan serpihan cerita tentang Hirosima 2 baik yang ada di lembaran buku sejarah atau yang masih tersisa dari cerita para Saksi Hidup, yang boleh jadi sudah tidak ada.

————‐–‘Dikutip langsung dari tulisan Kang Irman Firmansyah Ketua Yayasan Dapuran Kipahare

Terimakasih juga kepada narasumber lainnya baik langsung ataupun tidak langsung

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *