banner 728x250 banner 728x250

Berita Terkini

Ketua DPRD Hadiri Jambore Igornas Kabupaten Sukabumi

Ketua DPRD Hadiri Jambore Igornas Kabupaten Sukabumi

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali menghadiri Jambore Ikan Guru Olahraga (igornas) di GOR Pemuda Cisaat, Jumat, 10 April...
Read More
Ferry Terpilih Jadi Ketua BPC HIPMI, Ini Kata Ketua DPRD Kab Sukabumi

Ferry Terpilih Jadi Ketua BPC HIPMI, Ini Kata Ketua DPRD Kab Sukabumi

Parametermedia.com-Musyawarah Cabang (Muscab) III BPC HIPMI Kabupaten Sukabumi resmi menetapkan Ferry Supriyadi sebagai Ketua Umum terpilih periode 2026–2029. Anggota DPRD...
Read More
HUT Ke 14 KODIM 0622 Kab Sukabumi, Wabup “Sinergitas Dan Kekompakan Tetap Terjaga Dengan Baik”

HUT Ke 14 KODIM 0622 Kab Sukabumi, Wabup “Sinergitas Dan Kekompakan Tetap Terjaga Dengan Baik”

Parametermedia.com-Wakil Bupati Sukabumi H Andreas menghadiri syukuran Hari Ulang Tahun ke-14 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi yang digelar di Aula Kodim, Jumat...
Read More
Dampingi DANREM 061/ Suryakencana Resmikan Jembatan Garuda, Bupati “Infrastruktur Adalah Program Prioritas”

Dampingi DANREM 061/ Suryakencana Resmikan Jembatan Garuda, Bupati “Infrastruktur Adalah Program Prioritas”

Parametermedia.com-Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Komandan Korem 061/Surya Kencana Brigjen TNI Thomas Rajunio, dan Komandan Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi...
Read More
Puncak Peringatan HPN, Wabup Minta Pers Terus Mengawal Proses Pembangunan Di Sukabumi

Puncak Peringatan HPN, Wabup Minta Pers Terus Mengawal Proses Pembangunan Di Sukabumi

Parametermedia.com-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi menggelar Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 tingkat kabupaten di Halaman Kantor PWI,...
Read More
Resmikan Sekber Sagaranten, Bupati “Jaga Kerukunan, Jadikan Tempat Sosial Dan Kemaslahatan Umat”

Resmikan Sekber Sagaranten, Bupati “Jaga Kerukunan, Jadikan Tempat Sosial Dan Kemaslahatan Umat”

Parametermedia.com-Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengajak semua warga untuk terus menjaga kerukunan dengan terus menjalin silaturahmi dan mempererat persatuan antar...
Read More
Wabup Tekankan Pentingnya Daya Dukung Memadai Bagi Personel DAMKAR Saat Bertugas

Wabup Tekankan Pentingnya Daya Dukung Memadai Bagi Personel DAMKAR Saat Bertugas

Parametermedia.com-Jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi yang dipimpin oleh Kepala Dinas dan Kabid Pemadam Kebakaran memaparkan pelaksanaan...
Read More
Paguyuban PPRKC Beraudiensi dengan DPRD Bahas Kepemilikan Tanah

Paguyuban PPRKC Beraudiensi dengan DPRD Bahas Kepemilikan Tanah

Parametermedia.com-Permohonan audiensi yang diajukan PPRKC direspons oleh Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, H. Iwan Ridwan, yang kemudian menggelar rapat...
Read More
Ketua DPRD Hadiri Muscab III BPC HIPMI Kabupaten Sukabumi

Ketua DPRD Hadiri Muscab III BPC HIPMI Kabupaten Sukabumi

Parametermedia.com-Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) III Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia...
Read More
Media Israel Akui Kemenangaan Iran, Kuasai Sumber Kekayaan Tak Berujung

Media Israel Akui Kemenangaan Iran, Kuasai Sumber Kekayaan Tak Berujung

PARAMETERMEDIA.COM - Media Israel Maariv mengakui Iran telah memenangkan perang 41 hari dengan AS dan Israel. Meskipun gencatan senjata bersifat...
Read More

Hampir 100.000 Guru Honorer Akan Diangkat Jadi ASN PPPK

PARAMETERMEDIA.COM- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, saat ini pengolahan data hasil ujian seleksi pertama untuk guru Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) masih berlangsung. Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), yang antara lain terdiri dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), masih akan merampungkan hasil seleksi tersebut.

“Hasil sementara, dari 326.476 formasi yang ada pelamarnya, hampir 100.000 guru honorer dari seluruh Indonesia akan segera diangkat menjadi guru ASN PPPK,” kata Mendikbudristek dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, pada Kamis (23/9).

Namun, setelah mendengarkan aspirasi masyarakat dan mempertimbangkan kemungkinan afirmasi tambahan, Kemendikbudristek telah meminta Panselnas untuk menunda pengumuman seleksi guru ASN PPPK agar bersama-sama dapat bisa membahas optimalisasi hasil seleksi dan pertimbangan afirmasi. “Kemendikbudristek mendengarkan aspirasi masyarakat dan sedang memperjuangkan kebijakan afirmasi tambahan untuk daerah-daerah yang kekurangan guru, peserta di atas 50 tahun, dan lain sebagainya,” terang Mendikbudristek.

Pada rapat kerja ini Mendikbudristek juga mempertegas sikap kementerian, di mana Kemendikbudristek mengambil posisi secara garis besar sama dengan Komisi X, yaitu harus memperjuangkan afirmasi bagi kelompok-kelompok guru honorer tertentu. “Kami akan perjuangkan walaupun itu bukan sepenuhnya keputusan Kemendikbudristek (melainkan keputusan Panselnas),” tegasnya.  

Hal kedua yang dipertegas Mendikbudristek adalah terkait tes seleksi. Ia menegaskan bahwa tes seleksi tetap penting dan diatur oleh undang-undang. “Kemendikbudristek juga mempertimbangkan masukan dari pakar-pakar pendidikan tentang pentingnya menjaga integritas proses seleksi guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi siswa Indonesia,” terang Menteri Nadiem.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, mengatakan pemerintah tentu tidak bisa melanggar undang-undang dan kebijakan seleksi ASN PPPK yang sudah banyak kompromi. “Kita bisa hargai upaya Mendikbudristek mencari solusi dengan memberikan kesempatan bagi yang belum lulus sampai tiga kali. Saya percaya Mendikbudristek pasti akan mengedepankan kepentingan guru-guru,” ujarnya.

Seleksi Pertama Baru Awal dari Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan Guru

Di ruang rapat Komisi X DPR RI, Menteri Nadiem juga menyampaikan bahwa dirinya telah meminta timnya untuk memperjuangkan seleksi guru honorer menjadi ASN PPPK pada pertengahan tahun lalu, setelah banyak bertemu dan menerima aspirasi guru-guru honorer dari berbagai daerah. “Tidak pernah ada upaya secepat itu, sampai akhirnya secara kebijakan dan anggaran pemerintah bisa menyiapkan untuk satu juta formasi,” jelas Mendikbudristek.

Sebelumnya, dalam raker tersebut Mendikbudristek mengatakan, rekrutmen guru ASN PPPK pada tahun ini merupakan sebuah rekor dan menjadi catatan historis Indonesia, bahwa terdapat 506.247 usulan formasi dari satu juta formasi yang terbuka untuk perekrutan guru ASN PPPK. “Belum pernah terjadi dan ini adalah momen yang sangat historis karena perbedaannya adalah semua guru honorer bisa mengambil seleksi, bukan sekali, bukan dua kali, tapi tiga kali,” tutur Mendikbudristek Nadiem Makarim.

Ia menjelaskan, dari 506.247 formasi, hanya 326.476 formasi yang ada pelamarnya, dengan total pendaftar yang teregistrasi ada 925.637 orang. Dengan begitu, berarti ada 179.771 formasi kosong atau tidak ada pelamarnya. Hingga hari pelaksanaan seleksi, hanya ada 586.943 guru  yang hadir untuk mengikuti ujian. Sebanyak 22.011 dari total peserta yang tidak hadir, semuanya diizinkan untuk mengikuti ujian susulan. “1,5 persen peserta atau 9.279 orang yang tidak hadir tanpa alasan pun tetap akan diikutsertakan pada ujian seleksi kedua,” kata Mendikbudristek.

Mendikbudristek menuturkan, ada tiga kali seleksi dalam seleksi guru ASN PPPK di tahun 2021. Seleksi pertama khusus untuk guru honorer sekolah negeri dan tenaga honorer K-II. Jika mereka tidak lulus di seleksi pertama, mereka bisa mengikuti seleksi kedua, dan akan bergabung dengan dua jenis guru honorer, yaitu guru honorer di sekolah swasta dan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pada seleksi kedua, guru honorer K-II dan guru honorer sekolah swasta hanya dapat melamar sesuai dengan domisilinya. Selanjutnya, peserta seleksi pertama dan kedua yang belum dinyatakan lulus, diperbolehkan mengikuti seleksi ketiga di mana seluruh jenis guru honorer dapat melamar pada formasi lintas daerah yang belum terisi.

“Kita akan terus mencoba mengisi kekosongan. Jadi pada seleksi ketiga, guru-guru benar-benar bebas untuk memilih lintas daerah, dan setelah itu pun setelah ujian ketiga kita akan melakukan optimalisasi pengisian formasi kosong. Jadi ini ada banyak tahapnya. Ini baru seleksi tahap 1, belum sampai tahap 3, dan tahun depannya akan ada proses lagi,” ujar Mendikbudristek.

Menanggapi rekomendasi-rekomendasi Komisi X, Mendikbudristek mengatakan bahwa aspirasi Komisi X dan Kemendikbudristek adalah aspirasi yang sama. Kemendikbudristek akan terus memperjuangkan dengan Panselnas untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat tanpa mengorbankan integritas tes seleksi dan tanpa mengorbankan kualitas pendidikan anak-anak Indonesia. “Mohon doa restu, sekarang kita sedang dalam proses diskusi dengan Panselnas. Kita lihat hasilnya, dan insyaallah perjuangan kita akan dijawab,” tutupnya.

Sumber: kemdikbud.go.id

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *