Video Pelaku Teror di Rusia Tewaskan Ratusan serta Dugaan Keterlibatan CIA dan Ukraina
PARAMETERMEDIA.COM – Rusia menetapkan tanggal 24 Maret sebagai hari berkabung nasional, setelah serangan teroris yang menewakan ratusan orang dan melukai ratusan lainnya di Crocus City Hall, dipinggiran barat kota Moskow.
Rusia telah menahan 4 pelaku teror besama 11 orang lainnya yang terkait dalam peristiwa pada Jumat malam tersebut, Komite Inverstigasi Rusia terus melakukan pengembangan terhadap para tersangka.
Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pidatonya mengatakan “Kami akan mengidentifikasi semua orang yang bertanggung jawab dan semua orang di balik terorisme ini dan mereka akan menanggung akibatnya,” katanya.
"We will identify everyone responsible and everyone behind this terrorism and they will pay. This is a strike against Russia"— Vladimir Putin pic.twitter.com/NKVwbcy6TL
— Amwoga Khalwale (@amwogakhalwale) March 23, 2024
Lalu bagaimana penampakan para pelaku teror setelah tertangkap pasukan FSB Distrik Militer Leningrad, yang ditempatkan di wilayah Bryansk yang berbatasan dengan Ukraina.
🚨🇷🇺 MORE FOOTAGE OF TERROR SUSPECT INTERROGATION
— Mario Nawfal (@MarioNawfal) March 23, 2024
SUSPECT (Speaking Tajik):
"We lived in a hostel with other migrants from Tajikistan. I couldn't find a job for a long time. Then someone called Abdula texted me and offered to kill people for money."pic.twitter.com/jtz4oU8fhf https://t.co/eBIzBjcP07
Dalam video yang beredar terlihat bagaimana keadaan para tersangka ini terekam, beruntung bahwa pemimpin Rusia memerintahkan penangkapan hidup-hidup terhadap pelaku teror.
🚨🇷🇺 Another Moscow terrorist was just captured in the Bryansk region. pic.twitter.com/71UaNT1tWw
— Jackson Hinkle 🇺🇸 (@jacksonhinklle) March 23, 2024
Salah satu tersangka yang menolak bicara saaat tertangkap, terekam kamera dipotong telinganya dan kemudian potongan itu dipaksa untuk menelannya.
Rekaman pertama tersangka yang ditangkap dan saat di interogasi juga sudah beredar.
⚡ The first footage of the interrogation of one of the terrorists. pic.twitter.com/5c7oWMFOOo
— War Watch (@WarWatchs) March 23, 2024
Mantan perwira intelejen marinir AS Scott Ritter dalam video wawancara dengan Sputnik mengatakan bukti menunjukkan Ukraina dan CIA dalam serangan teror Moskow.
Video footage captures the interrogation of one of the terrorists, 19-year-old Muhammadsobir Fayzov, in a hospital ward.
— Russian Market (@runews) March 23, 2024
Since he doesn't speak Russian, a translator assisted. Fayzov claims that upon arrival at the airport, unknown individuals provided him with documents… pic.twitter.com/AkqYlrnZrj
“Jika ini adalah sesuatu yang direncanakan oleh Ukraina, berarti itu adalah sesuatu yang direncanakan oleh Ukraina di bawah arahan CIA untuk melaksanakan tujuan kebijakan Amerika, yang berupaya mengalahkan Rusia secara strategis,” kata Scott.
Scott Ritter: Evidence points to Ukraine and the CIA in Moscow terror attack
— Sputnik (@SputnikInt) March 23, 2024
“If this was something planned by Ukraine, then it means it was something planned by Ukraine under the direction of the CIA to carry out an American policy objective, which seeks the strategic defeat… pic.twitter.com/k5kJ0SdHsM
Berbagai isu yang dihembuskan Barat bahwa ISIS berada di belakang teror Moskow, namun rencana tersebut gagal ketika Rusia memutuskan untuk membiarkan mereka keluar dari Moskow dan menangkap tersangka hidup-hidup sebelum memasuki Ukraina.
Para tersangka ini menjelaskan siapa yang merekrut, menghubungi, membayar dan siapa yang seharusnya menyambut mereka di Ukraina.*














