Jarang Terjadi, Insiden Dahsyatnya Ledakan AC
PARAMETERMEDIA.COM – Sebuah video ledakan dahsyat sebuah AC yang terpasang di atap terbuka dan diduga menewaskan seorang pria yang sedang memperbaikinya beredar di media sosial.
Belum diketahui dimana insiden ledakan yang bisa menyamai kekuatan bom TNT ringan ini terjadi, namun ini mengingatkan kita untuk lebih hati-hati dan memperhatikan pemeliharaannya.
Mengutip Firts Post, di Shahdara, Delhi india pada 3 Mei, dilaporkan ledakan AC yang kemudian memicu kebakaran besar yang menyebakan sedikitnya sembilan orang tewas.
Ac explosion while repairing . pic.twitter.com/Lnpd4yEhmC
— Shit Exploding (@Shit_Exploding) May 16, 2026
Disebutkan beberapa pemicu umum termasuk penggunaan tanpa henti, kerusakan dan kelonggaran kabel bisa menyebabkan korsleting, kebocoran gas (refrigeran) yang dapat menyala dalam kondisi tertentu.
Selain itu perawatan yang buruk yang menyebabkan penumpukan debu dan ketegangan pada komponen, dan fluktuasi tegangan yang menghancurkan bagian internal.
Ketika cuaca panas yang ekstrem terutama di luar negeri, AC bekerja maksimal hingga suhu melonjak dan beban listrik meningkat, yang menyebabkan korsleting dan kelebihan beban.
Walaupun jarang terjadi para pakar menyarankan pentingnya mencegah hal-hal yang tidak di inginkan dengan perawatan rutin.
Hal yang dapat dilakukan diantaranya lakukan servis AC secara berkala, menjaga kebersihan filter udara dan komponen internal, hindari pemakaian berlebihan dengan menghemat energi (istirahatkan AC secara berkala).
Hal penting lainnya yaitu pastikan penggunaan kabel, soket listrik khusus dan catu daya yang tepat, memasang penstabil tegangan, memperhatikan aliran udara dan ventilasi yang tepat untuk kelancaran sirkulasi udara.
Sangat penting untuk merhatikan tanda-tanda peringatan dini seperti suara yang tidak biasa, bau terbakar, sering tersandung catu daya, atau penurunan efisiensi pendinginan yang tiba-tiba.
Untuk pemeliharaan dan perbaikan dilakukan oleh teknisi bersertifikat, mengggunakan suku cadang dan refrigeran yang disetujui pabrikan, dan hindari menyalakan AC selama perbaikan.**














