banner 728x250 banner 728x250

Berita Terkini

Rp 622 Miliar Pengadaan Sandang BGN Dikecam Publik

Rp 622 Miliar Pengadaan Sandang BGN Dikecam Publik

PARAMETERMEDIA.COM - Badan Gizi Nasional terus menuai kecaman publik, BBC News Indonesia melaporkan penggunaan anggaran pengadaan kebutuhan sandang yang tidak...
Read More
Kepala Desa di Lumajang Dibacoki di Teras Rumah Sendiri, 12 Orang Lebih Diburu Polisi

Kepala Desa di Lumajang Dibacoki di Teras Rumah Sendiri, 12 Orang Lebih Diburu Polisi

PARAMETERMEDIA.COM - Seorang Kepala Desa di Lumajang dikeroyok oleh sekitar 12 orang pria dan sementara 3 lainnya yang membawa mobil...
Read More
Serangan Jutaan Lebah di Israel, Sementara Warga Palestina Mendapatkan Ikan Segar di Pantai

Serangan Jutaan Lebah di Israel, Sementara Warga Palestina Mendapatkan Ikan Segar di Pantai

PARAMETERMEDIA.COM - Setelah serangan ribuan gagak pada bulan Maret lalu di Israel yang menurut banyak orang disebut sebagai peringatan pertanda...
Read More
Wabup Terima Forum Kader Pembangunan Manusia Bahas Konvergensi Stunting Di Tingkat Desa

Wabup Terima Forum Kader Pembangunan Manusia Bahas Konvergensi Stunting Di Tingkat Desa

Parametermedia.com-Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menerima Forum Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kabupaten Sukabumi di Pendopo, Rabu, 14 April 2026. Pertemuan...
Read More
Pemkab Sukabumi Percepat Proses Groundcheck Tahap Kedua Untuk Reaktivasi Kepesertaan PBI JK

Pemkab Sukabumi Percepat Proses Groundcheck Tahap Kedua Untuk Reaktivasi Kepesertaan PBI JK

Parametermedia.com-Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral guna mempercepat proses groundcheck tahap kedua untuk reaktivasi kepesertaan Penerima Bantuan...
Read More
MTA, Sekda Ade “Salah Satu Kunci Meningkatkan Etos Kerja Dan Kualitas Layanan Publik”

MTA, Sekda Ade “Salah Satu Kunci Meningkatkan Etos Kerja Dan Kualitas Layanan Publik”

Parametermedia.com-Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H Ade Suryaman mengikuti pengajian Majelis Ta’lim Aparatur (MTA) yang digelar di Aula Sekretariat Daerah, Senin...
Read More
Mantan Ketua Reformasi Politik Nasional: Jika Prabowo Percaya Akhirat, Jokowi Harus Dihukum

Mantan Ketua Reformasi Politik Nasional: Jika Prabowo Percaya Akhirat, Jokowi Harus Dihukum

PARAMETERMEDIA.COM - Mantan Ketua Reformasi Politik Nasional, Profesor Ryaas Rasyid di Forum Keadilan TV menyatakan pemerintahan Jokowi adalah pemerintahan paling...
Read More
Hanya 14 Kapal yang Melintas di Selat Hormuz Sejak di Umumkan Gencatan Senjata, Kapal Pertamina Masih Tertahan

Hanya 14 Kapal yang Melintas di Selat Hormuz Sejak di Umumkan Gencatan Senjata, Kapal Pertamina Masih Tertahan

PARAMETERMEDIA.COM - Marine Traffic melaporkan adanya sedikit peningkatan lalu lintas laut di Selat Hormuz sejak gencatan senjata Iran dan AS...
Read More
Buka Jambore IGORNAS, Bupati Sukabumi “Guru Olahraga Motivator Kedisiplinan, Sportivitas Dan Kerja Keras”

Buka Jambore IGORNAS, Bupati Sukabumi “Guru Olahraga Motivator Kedisiplinan, Sportivitas Dan Kerja Keras”

Parametermedia.com-Para guru olahraga yang berada di Kabupaten Sukabumi berkumpul di GOR Pemuda Cisaat, Jumat, 10 April 2026. Mereka mengikuti jambore...
Read More
Raker Komisi IV DPRD, Sinergi dan Pengawasan demi Kemajuan Sukabumi

Raker Komisi IV DPRD, Sinergi dan Pengawasan demi Kemajuan Sukabumi

Parametermedia.com-Mengawal transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah adalah komitmen utama. Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Hendra Purnama bersama Uden Abdunnatsir menghadiri Agenda...
Read More

India Ungkap Penipuan Terbesar AS : Neil Armstrong dan Edwin Aldrin Tidak Pernah Ke Bulan

PARAMETERMEDIA.COM – Keberhasilan Chandrayaan-3 dalam misi eksplorasi bulan ketiga oleh Indian Space Research Organization, mencapai permukaan Bulan dan diabadikan oleh Chandrayaan-2, yang sudah mengorbit sebelumnya.

India mencatat suhu di Bulan beberapa kali melebihi prediksi, ditambah lagi dengan ditemukannya fenomena badai pasir berlistrik di permukaannya.

Fakta-fakta penipuan AS inilah yang meragukan keberhasilan dua orang asronot yang sebenarnya tidak pernah mencapai ke bulan dalam pesawat luar angkasa Apollo milik badan antariksa AS, NASA, pada tahun 1969-1972.

Penjelajah bulan Pragyan yang diturunkan dari Chandrayaan-3 mencatat bahwa suhu permukaan Bulan yang sangat tinggi.

Pada awalnya disebutkan bahwa suhu tanah Bulan adalah 20-30 derajat celcius, namun Pragyan mencatat nilai yang jauh lebih tinggi yang mencapai lebih 70 derajat celcius.

Kemudian fakta lain adalah Chandrayan-3 , mendaratkan Pragyan di Kutub Selatan Bulan, di mana Matahari berada di atasnya yang tentu saja panasnya bisa di perkirakan.

Neil Armstrong dan Edwin Aldrin dilaporkan telah mendarat di Bulan di kawasan patahan Maria Serenitatis pada 20 Juli 1969.

Pragyan yang meneliti lokasi pendaratan para astronot AS ini tidak menemukan fakta seperti yang di laporkan AS dimana suhu dilokasi itu sekitar standar 90-100 derajat celcius.

Pragyan mencatat lokasi pendaratan bersuhu lebih panas sekitar 170-180 derajat celcius, dan pada suhu seperti itu tidak mungkin manusia bisa bertahan hidup, kecuali jika para asronot AS tersebut adalah manusia super.

Fakta lainnya adalah badai debu berlistrik, dimana banyak anomali berbeda yang terjadi di permukaan Bulan, permukaan bulan terlihat berkilau dengan aliran listrik berkekuatan seribu volt.

Aliran listrik ribuan volt yang terkonsentrasi di permukaan Bulan ini dihasilkan oleh sinar matahari dan sifat khusus regolit dari tanah Bulan.

Suhu tinggi ini juga berdampak pada peralatan, gumpalan debu elektrolisis dari permukaan regolit menimbulkan masalah besar untuk pengamatan visual maupun pengambilan foto dan video.

Namun, Neil Armstrong, Edwin Aldrin dan lainnya tidak pernah menyebutkan fenomena seperti itu dalam berbagai wawancara mereka.

Menurut perkiraan CIA, misi bulan Uni Soviet dimasa lalu menelan anggaran negara sebesar 16-22 miliar dolar AS, yang jika dihitung dengan harga saat ini adalah sekitar 130 miliar dolar AS.

Uang itu tidak cukup untuk membangun teknologi luar angkasa yang memadai sehingga sangat mustahil misi pendaratan manusia di Bulan terwujud.

Untuk mencapai tingkat keandalan yang diperlukan untuk mengirim astronot ke Bulan, perlu mengeluarkan setidaknya 200-250 miliar dolar AS dengan harga saat ini.

Lalu bagaimana dengan NASA, yang hanya dalam waktu 7 tahun dengan anggaran 150-155 miliar dolar AS mampu mengatur pengiriman misi ke Bulan berulangkali.

Lalu bagaimana dengan keaslian foto-foto yang diambil oleh orang AS di Bulan yang telah lama beredar, Jika astronot mendarat di Bulan pada sisi yang terlihat dari Bumi, lalu bagaimana bisa dalam foto diambil dari Bulan.

Para pakar menyatakan bahwa tidak mungkin ada daratan di atas cakrawala, dan kamera yang digunakan para astronot memiliki bidang pandang 53 kali 53 derajat, yang mustahil untuk memasukkan Bumi dan cakrawala ke dalam bingkai.

Tanpa disadari India telah mengungkap penipuan terbesar AS dengan kesombongannya dan berpura-pura sebagai bangsa yang besar.

Wikileaks juga pernah merilis video pengambilan gambar di bulan berlatar belakang gurun Nevada***

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *