Elon Musk Siapkan Akademi Optimus: Sekolah Bagi Ribuan Robot Humanoid
PARAMETERMEDIA.COM – Elon Musk mengumumkan ambisi terbarunya dengan rencana membangun infrastruktur akademi pelatihan bagi ribuan robot humanoid yang di bekali dengan kecerdasan buatan untuk bekerja, melakukan tugas, dan saling bersaing satu sama lainnya.
Disebut-sebut sebagai Optimus Academy, infrastruktur untuk pelatihan simultan ini akan menampung sebanyak 10 hingga 30 ribu android yang sedang dikembangkan.
Robot-robot akan bekerja menggunakan metode permainan independen dengan tingkatan berulang untuk memecahkan masalah yang sama dengan cara yang berbeda.
.@elonmusk told me he plans to build “Optimus Academy” to train an army of humanoid robots.
— Dwarkesh Patel (@dwarkesh_sp) February 5, 2026
> “millions of simulated robots in the simulated world”
> “tens of thousands of robots in the real world, to close the simulation to reality gap.”
Why? There’s two big differences… pic.twitter.com/lREubJ0ckf
Setiap robot fisik akan menjadi sumber data untuk melatih seluruh sistem, ketika salah satunya menemukan cara yang efisien misalnya untuk membuka pintu atau memindahkan sebuah kotak, maka keterampilan ini secara otomatis ditransfer ke robot lainnya.
Bekerja secara pararel di lingkungan virtual, para robot ini menjalani tes yang sama dalam mode akselerasi dan tanpa menyentuh dunia fisik, mengutip Hi Tech Ru.
Optimus pilot production line is currently running in our Fremont Factory
— Tesla (@Tesla) November 6, 2025
Significantly larger Gen 3 production line coming in 2026
We're also testing in our factories & office spaces for real-time use case
Our goal is $20k COGS per robot at scale pic.twitter.com/WAfdcdt0Ue
Seperti yang diketahui Tesla telah menciptakan simulator realitas yang akurat untuk mobil swakemudi, di mana mesin virtual belajar mengenali rintangan dan membuat keputusan dalam ribuan situasi lalu lintas.
Teknologi yang sama inilah yang kemudian di apikasikan dan disesuaikan dengan kebutuhan android.
Perbedaannya adalah robot tidak hanya bisa bergerak di luar angkasa, tetapi harus mampu memanipulasi objek, berinteraksi dengan orang, dan melakukan urutan tindakan yang kompleks.
🚨BREAKING: ELON MUSK TOUTS 'OPTIMUS ACADEMY' TO TRAIN $TSLA ROBOTS
— Tsla Archive (@tesla_archive) February 6, 2026
• In a new interview with Dwarkesh Patel, @ElonMusk revealed plans for an "Optimus Academy"
• Tesla will build a large-scale facility with at least 10,000 Optimus robots — potentially 20–30,000 — dedicated to… pic.twitter.com/1Q6LY0Ln4G
Namun sebagai catatan bahwa AI juga memiliki masalah dan kesulitan utama yaitu kesenjangan antara simulasi dan realitas.
Sebuah model dapat bekerja dengan sempurna dalam suatu program, tetapi gagal ketika dihadapkan pada ketidakpastian dunia nyata, seperti lantai yang licin, permukaan yang tidak rata, atau benda-benda yang rapuh.
Untuk menutup kesenjangan ini, Musk berencana mengatasinya dengan pertukaran data yang konstan, dimana robot fisik akan memberikan informasi tentang kondisi dunia nyata, sementara robot virtual akan memproses jutaan solusi.
Musk menyebutkan konsep mesin von Neumann, yaitu perangkat teoritis yang mampu mereproduksi dirinya sendiri sebagai bahan improvisasi.
Menurutnya Optimus (robot humanoid serbaguna yang sedang dikembangkan oleh Tesla), bisa menjadi implementasi praktis pertama dari ide ini.
Robot ini dikembangkan untuk membangun salinan satu sama lain dan membuat infrastruktur di planet lain.
Musk juga telah mengumumkan tujuan energi untuk Tesla dan SpaceX, ia berharap untuk bisa mencapai produksi panel surya dengan kapasitas 100 gigawatt per tahunnya.
Jumlah tersebut adalah sekitar sepertiga dari semua kapasitas surya terpasang di dunia pada tahun 2025.
Musk menjelaskan hal tersebut dibutuhankan untuk menyediakan energi untuk pusat data orbit masa depan untuk komputasi luar angkasa.
Setelah pengumuman tersebut saham Tesla turun sebesar 2,17% dan mengalami penurunan berlanjut dalam perdagangan over-the-counter.
Analis mencatat bahwa pasar sejauh ini bereaksi dengan hati-hati terhadap proyek jangka panjang perusahaan Musk, yang berfokus secara bersamaan pada pengembangan mobil, robot, dan ruang angkasa.**














