Pelapor Khusus PBB untuk Pembela HAM, Peringatkan Pemerintah Indonesia Ungkap Serangan Teror Air Keras kepada Aktivis KontraS
PARAMETERMEDIA.COM – Pelapor Khusus PBB untuk Pembela Hak Asasi Manusia, Mary Lawlor mendesak pemerintah Indonesia untuk melakukan penyelidikan dan mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang & Korban Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Di akun X nya Mary mengatakan Impunitas atas kekerasan terhadap Pembela Hak Asasi Manusia adalah hal yang tidak bisa diterima.
I’m hearing extremely concerning news that Andrie Yunus, the Deputy Coordinator of the Commission for the Disappeared & Victims of Violence (@KontraS) suffered an acid attack carried out by unidentified individuals, resulting in serious injuries across his body. I call on the… pic.twitter.com/b2B3y2SWrA
— Mary Lawlor UN Special Rapporteur HRDs (@MaryLawlorhrds) March 13, 2026
Ia memperingatkan agar pihak pemerintah yang berwenang di Indonesia untuk melakukan penyelidikan menyeluruh atas serangan teror tersebut.
Pada 3 Maret Mary juga telah menyampaikan kepada Dewan Hak Asasi Manusia di PBB (UNHRC) terkait meningkatnya serangan terhadap para aktivis hak asasi manusia dan meminta peningkatan sistem secara internasional untuk perlindungan.
Mengutip Tirto ID serangan teror dengan penyiraman dengan air keras terjadi pada Kamis, 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.00 WIB di kawasan Jalan Salemba, Jakarta Pusat.
This is absolutely horrific.
— Info X (@ingpoX) March 13, 2026
Acid attacks are a cowardly attempt to silence those who speak truth to power. If Human Rights Defenders aren't safe in Indonesia, then no one is.
Using violence to suppress HRDs is a direct attack on democracy itself. @UNHumanRights @amnesty need to… pic.twitter.com/WPscCiHtmy
Andrie diserang saat ia mengendarai motor usai menghadiri perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.
Setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit, aktivis KontraS ini mengalami luka bakar sebanyak 24 persen disekujur tubuhnya.
KontraS dan YLBI memandang serangan teror tersebut merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM.**














